Rabu, 06 Mei 2015

Hubungan Antara Narkoba dan Rokok

Mengapa orang harus merokok? Ada yang bilang merokok itu supaya kelihatan keren, gaul, gaya, dan modern. Ada juga yang mengatakan, merokok akan membuat kita lebih kreatif, lebih gampang menerima pelajaran, dan membuat kita tahan belajar berjam-jam! Wow, menarik bukan? Tapi, itu semua bohong besar! Beranilah berkata “TIDAK” sebelum kamu tergoda untuk mencoba merokok-tak peduli siapa pun yang menawarimu untuk merokok.

Mengapa Rokok Harus Ditolak?

Rokok mengandung racun-racun yang dapat merusak semua fungsi organ tubuh. Mula-mula rokok akan mengganggu saluran pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Hidung menjadi terasa ‘mampet’ saat asap rokok terhirup. Tenggorokan akan terasa ‘gatal’ dan mudah batuk-batuk. Gangguan ini kemudian berlanjut ke paru-paru. Ingat fungsi paru-paru adalah untuk menyaring udara yang masuk supaya menjadi oksigen yang bersih, yang dibutuhkan oleh aliran darah untuk membantu metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh berguna untuk perkembangan organ tubuh lainnya dan pertumbuhan tubuh. Oleh karena itu, jika paru-paru mengalami hambatan dalam menyaring udara maka oksigen juga tidak dapat masuk dengan baik ke aliran darah. Akibatnya, perkembangan organ tubuh (misalnya otak) akan terganggu, demikian juga perkembangan tulang tidak akan maksimal.

Zat-zat racun di dalam Sebatang Rokok

Menurut Dokter Spesialis Paru Tjandra Yoga, ada ribuan zat racun yang terkandung dalam sebatang rokok. Meski demikian, bahaya rokok bukan saja akan mengenai si perokok, tetapi juga orang lain yang tidak merokok (perokok pasif) yang berada di sekitarnya. Oleh karena itu, jika di sekitar Anda ada orang yang sedang merokok bila itu saudara Anda maka tegurlah agar menjauh dari Anda, atau bila itu terjadi di tempat umum, berusahalah menjauh dari paparan asap rokok itu.

Dari hasil sebuah penelitian terdapat 4.000 ana berumur 0-5 tahun menunjukkan bahwa anak-anak yang orang tuanya mengisap rokok 10 batang sehari, menyebabkan peningkatan jumlah kasus asma serta mempercepat munculnya gejala asma pada anak-anaknya. Asap rokok tidak hanya memberikan efek negatif terhadap anak-anak yang telah lahir, tapi juga pada janin yang masih ada di dalam rahim.

Mengapa? Karena mengisap asap rokok orang lain, bahaya yang ditimbulkannya lebih besar daripada bagi si perokok itu sendiri. Sebatang rokok yang sedang dibakar akan menghasilkan asap utama dan asap sampingan. Asap sampingan ini akan mengganggu kesehatan karena mengandung zat-zat berbahaya, diantaranya adalah tar, karbonmonoksida (CO), dan nikotin.

· Tar mengandung bahan kimia yang beracun, merusak sel paru-paru dan menyebabkan kanker.

· Karbonmonoksida (CO) adalah gas beracun yang dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen.

· Nikotin merupakan salah satu jenis obat perangsang yang dapat merusak jantung dan sirkulasi darah, nikotin membuat pemakainya kecanduan.

Gangguan kesehatan apa saja yang bisa kamu alami?

· Alergi: Asap rokok bisa menjadi faktor pemicu terjadinya alergi sehingga Anda akan mengalami batuk-batuk, pusing, iritasi mata, sampai sesak napas.

· Angina: Nyeri dada akibat penyempitan darah pada jantung.

· Asma: Mengalami kesulitan bernapas.

Di samping itu, merokok juga berpotensi menyebabkan kanker paru-paru dan dalam waktu lama menyebabkan gangguan organ lainnya.

Rokok Sama Sekali Tidak Keren

Benarkah merokok akan menjadikan penampilan Anda keren? Hmm…perhatikanlah para perokok yang ada di sekitar Anda. Kerenkah mereka? Mereka umumnya berperut gendut, atau sebaliknya sangat kurus, bibir menghitam gelap, demikian pula warna gigi-geliginya. Kebanyakan para perokok juga tampak lebih cepat tua karena zat-zat racun yang diisap menjadikan penampilannya tidak terlihat segar.

Rokok adalah Pintu Gerbang Narkoba

Adakah hubungan antara rokok dan narkoba? Hubungan secara langsung memang tidak ada sehingga rokok diizinkan untuk diproduksi dan diedarkan. Dengan catatan, di dalam setiap kemasannya, produsen rokok harus mencantumkan peringatan bahaya yang dapat ditimbulkan oleh rokok.

Meski demikian, merokok dapat dikatakan sebagai pintu gerbang narkoba. Mengapa demikian? Dengan merokok, pikiran atau otak seseorang akan menjadi kosong dan mendorong untuk melamun. Umumnya, efek yang sama juga dihasilkan oleh narkoba dengan potensi yang lebih kuat. Rokok juga menimbulkan ketagihan. Sekali merokok, pinginnya terus merokok. Oleh karena itu, tak heran bila para perokok umumnya senang mencoba sesuatu yang menghasilkan kenikmatan semu itu. Mereka biasanya lebih muda tergoda jika ada yang menawari narkotika, alkohol, psikotropika, atau zat-zat adiktif lainnya.

Jangan biarkan rokok meracuni tubuhmu sehingga jalan Anda menggapai cita-cita juga akan terhambat.

Jadilah manusia yang antirokok dan narkoba!

http://forum.upi.edu/index.php?topic=12523.0

NARKOBA

 Haiiiiii agan agan skalian (dah mirip kaskusers belum nih wakakakak) maap ye ane baru nongol lagi,kemaren kemaren nih pc lagi dipake buat nyusun skripsi sih jadi ngga bisa di update lagi isinya.Sekarang lagi nyuri nyuri waktu untuk bisa ngepost nih materi yang tentunya gue kutip dari orang lain,tapi tenang aja linknya bakal gue cantumin juga kok.intinya semoga bermanfaat aja deh hehehe.selamat membaca

Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan Obat berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik Indonesia adalah napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif. Semua istilah ini, baik “narkoba” atau napza, mengacu pada sekelompok zat yang umumnya mempunyai resiko kecanduan bagi penggunanya.
Menurut pakar kesehatan narkoba sebenarnya adalah psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini pemanfaatannya disalah gunakan diantaranya dengan pemakaian yang telah diluar batas dosis / over dossis.
Narkoba atau NAPZA merupakan bahan/zat yang bila masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tubuh terutama susunan syaraf pusat/otak sehingga jika disalahgunakan akan menyebabkan gangguan fisik, psikis/jiwa dan fungsi sosial. Karena itu Pemerintah memberlakukan Undang-undang (UU) untuk penyalahgunaan narkoba yaitu UU No.5 tahun 1997 tentang Psikotropika dan UU No.22 tahun 1997 tentang Narkotika.

Penyebaran Narkoba di Kalangan Anak-anak dan Remaja

Hingga kini penyebaran narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Misalnya saja dari bandar narkoba yang senang mencari mangsa didaerah sekolah, diskotik, tempat pelacuran, dan tempat-tempat perkumpulan genk. Tentu saja hal ini bisa membuat para orang tua, ormas,pemerintah khawatir akan penyebaran narkoba yang begitu meraja rela.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak yaitu dari pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan dapat mengawasi dan mendidik anaknya untuk selalu menjauhi Narkoba.
Menurut kesepakatan Convention on the Rights of the Child (CRC) yang juga disepakati Indonesia pada tahun 1989, setiap anak berhak mendapatkan informasi kesehatan reproduksi (termasuk HIV/AIDS dan narkoba) dan dilindungi secara fisik maupun mental. Namun realita yang terjadi saat ini bertentangan dengan kesepakatan tersebut, sudah ditemukan anak usia 7 tahun sudah ada yang mengkonsumsi narkoba jenis inhalan (uap yang dihirup). Anak usia 8 tahun sudah memakai ganja, lalu di usia 10 tahun, anak-anak menggunakan narkoba dari beragam jenis, seperti inhalan, ganja, heroin, morfin, ekstasi, dan sebagainya (riset BNN bekerja sama dengan Universitas Indonesia).
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), kasus pemakaian narkoba oleh pelaku dengan tingkat pendidikan SD hingga tahun 2007 berjumlah 12.305. Data ini begitu mengkhawatirkan karena seiring dengan meningkatnya kasus narkoba (khususnya di kalangan usia muda dan anak-anak, penyebaran HIV/AIDS semakin meningkat dan mengancam. Penyebaran narkoba menjadi makin mudah karena anak SD juga sudah mulai mencoba-coba mengisap rokok. Tidak jarang para pengedar narkoba menyusup zat-zat adiktif (zat yang menimbulkan efek kecanduan) ke dalam lintingan tembakaunya.
Hal ini menegaskan bahwa saat ini perlindungan anak dari bahaya narkoba masih belum cukup efektif. Walaupun pemerintah dalam UU Perlindungan Anak nomor 23 tahun 2002 dalam pasal 20 sudah menyatakan bahwa Negara, pemerintah, masyarakat, keluarga, dan orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan perlindungan anak (lihat lebih lengkap di UU Perlindungan Anak). Namun perlindungan anak dari narkoba masih jauh dari harapan.
Narkoba adalah isu yang kritis dan rumit yang tidak bisa diselesaikan oleh hanya satu pihak saja. Karena narkoba bukan hanya masalah individu namun masalah semua orang. Mencari solusi yang tepat merupakan sebuah pekerjaan besar yang melibatkan dan memobilisasi semua pihak baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan komunitas lokal. Adalah sangat penting untuk bekerja bersama dalam rangka melindungi anak dari bahaya narkoba dan memberikan alternatif aktivitas yang bermanfaat seiring dengan menjelaskan kepada anak-anak tentang bahaya narkoba dan konsekuensi negatif yang akan mereka terima.
Anak-anak membutuhkan informasi, strategi, dan kemampuan untuk mencegah mereka dari bahaya narkoba atau juga mengurangi dampak dari bahaya narkoba dari pemakaian narkoba dari orang lain. Salah satu upaya dalam penanggulangan bahaya narkoba adalah dengan melakukan program yang menitikberatkan pada anak usia sekolah (school-going age oriented).
Di Indonesia, perkembangan pencandu narkoba semakin pesat. Para pencandu narkoba itu pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun. Artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar. Pada awalnya, pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya diawali dengan perkenalannya dengan rokok. Karena kebiasaan merokok ini sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini. Dari kebiasaan inilah, pergaulan terus meningkat, apalagi ketika pelajar tersebut bergabung ke dalam lingkungan orang-orang yang sudah menjadi pencandu narkoba. Awalnya mencoba, lalu kemudian mengalami ketergantungan.

Dampak Negatif Penyalahgunaan Narkoba

Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:
  • Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian,
  • sering membolos, menurunnya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran,
  • Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah,
  • Sering menguap, mengantuk, dan malas,
  • tidak memedulikan kesehatan diri,
  • Suka mencuri untuk membeli narkoba.
  • Menyebabkan Kegilaan, Pranoid bahkan Kematian !

Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba

Upaya pencegahan terhadap penyebaran narkoba di kalangan pelajar, sudah seyogianya menjadi tanggung jawab kita bersama. Dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua, guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Ada tiga hal yang harus diperhatikan ketika melakukan program anti narkoba di sekolah. Yang pertama adalah dengan mengikutsertakan keluarga. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa sikap orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan penggunaan narkoba pada anak-anak. Strategi untuk mengubah sikap keluarga terhadap penggunaan narkoba termasuk memperbaiki pola asuh orangtua dalam rangka menciptakan komunikasi dan lingkungan yang lebih baik di rumah. Kelompok dukungan dari orangtua merupakan model intervensi yang sering digunakan.
Kedua, dengan menekankan secara jelas kebijakan tidak pada narkoba. Mengirimkan pesan yang jelas tidak menggunakan membutuhkan konsistensi sekolah-sekolah untuk menjelaskan bahwa narkoba itu salah dan mendorong kegiatan-kegiatan anti narkoba di sekolah. Untuk anak sekolah harus diberikan penjelasan yang terus-menerus diulang bahwa narkoba tidak hanya membahayakan kesehatan fisik dan emosi namun juga kesempatan mereka untuk bisa terus belajar, mengoptimalkan potensi akademik dan kehidupan yang layak.
Terakhir, meningkatkan kepercayaan antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini mempromosikan kesempatan yang lebih besar bagi interaksi personal antara orang dewasa dan remaja, dengan demikian mendorong orang dewasa menjadi model yang lebih berpengaruh.
Oleh sebab itu, mulai saat ini pendidik, pengajar, dan orang tua, harus sigap serta waspada, akan bahaya narkoba yang sewaktu-waktu dapat menjerat anak-anak sendiri. Dengan berbagai upaya tersebut di atas, mari kita jaga dan awasi anak didik dari bahaya narkoba tersebut, sehingga harapan untuk menelurkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terealisasikan dengan baik.

https://ruhanafm93mhz.wordpress.com/artikel-narkoba/