Memotret dalam zaman ini sebenarnya merupakan kegiatan yang sudah tidak asing di kalangan masyarakat saat ini.Tidak harus memiliki kamera dengan kemampuan canggih,cukup dengan menggunakan gadget seperti handphone atau tablet dan sejenisnya kita sekarang dapat mengambil gambar dengan hasil yang lumayan bagus.Tapi,untuk para pemula yang baru mulai menggemari hobi motret-memotret ini sebaiknya mempelajari beberapa teknik dasar fotografi dengan menggunakan kamera DSLR untuk lebih memantapkan skill kalian dalam hobi yang satu ini.
Dalam postingan kali ini,Saya merangkum data dari beberapa sumber dan situs khusus fotografi.silahkan disimak :)
JENIS-JENIS FOTO
Materi jenis-jenis foto ini bertujuan untuk memperkenalkan beberapa
jenis foto sebagai referensi lebih jauh lagi dalam memperdalam
pengetahuan dunia fotografi. Jenis-jenis foto disini hanya sebagai
pengelompokan secara garis besar, yang membantu mempermudah kita dalam
memahami sebuah karya fotografi, dan ini bukan sebagai penggolongan yang
paten untuk menghasilkan karya foto.
- FOTO MANUSIA
Foto manusia adalah semua foto yang obyek utamanya manusia, baik
anak-anak sampai orang tua, muda maupun tua. Unsur utama dalam foto ini
adalah manusia, yang dapat menawarkan nilai dan daya tarik untuk
divisualisasikan. Foto ini dibagi lagi menjadi beberapa kategori yaitu :
a. Portrait
Portrait adalah foto yang menampilkan ekspresi dan karakter manusia
dalam kesehariannya. Karakter manusia yang berbeda-beda akan menawarkan
image tersendiri dalam membuat foto portrait. Tantangan dalam membuat
foto portrait adalah dapat menangkap ekspresi obyek (mimic, tatapan,
kerut wajah) yang mampu memberikan kesan emosional dan menciptakan
karakter seseorang.
b. Human Interest
Human Interest dalam karya fotografi adalah menggambarkan kehidupan
manusia atau interaksi manusia dalam kehidupan sehari-hari serta
ekspresi emosional yang memperlihatkan manusia dengan masalah
kehidupannya, yang mana kesemuanya itu membawa rasa ketertarikan dan
rasa simpati bagi para orang yang menikmati foto tersebut.
c. Stage Photography
Stage Photography adalah semua foto yang menampilkan aktivitas/gaya
hidup manusia yang merupakan bagian dari budaya dan dunia entertainment
untuk dieksploitasi dan menjadi bahan yang menarik untuk
divisualisasikan.
d. Sport
Foto olahraga adalah jenis foto yang menangkap aksi menarik dan
spektakuler dalam event dan pertandingan olah raga. Jenis foto ini
membutuhkan kecermatan dan kecepatan seorang fotografer dalam menangkap
momen terbaik.https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=4744542308736893842#editor/target=post;postID=874993955497220546
- FOTO NATURE
Dalam jenis foto nature obyek utamanya adalah benda dan makhluk hidup
alami (natural) seperti hewan, tumbuhan, gunung, hutan dan lain-lain.
a. Foto Flora
Jenis foto dengan obyek utama tanaman dan tumbuhan dikenal dengan
jenis foto flora. Berbagai jenis tumbuhan dengan segala
keanekaragamannya menawarkan nilai keindahan dan daya tarik untuk
direkam dengan kamera.
b. Foto Fauna
Foto fauna adalah jenis foto dengan berbagai jenis binatang sebagai
obyek utama. Foto ini menampilkan daya tarik dunia binatang dalam
aktifitas dan interaksinya.
c. Foto Lanskap
Foto lanskap adalah jenis foto yang begitu popular seperti halnya
foto manusia. Foto lanskap merupakan foto bentangan alam yang terdiri
dari unsur langit, daratan dan air, sedangkan manusia, hewan, dan
tumbuhan hanya sebagai unsur pendukung dalam foto ini. Ekspresi alam
serta cuaca menjadi moment utama dalam menilai keberhasilan membuat foto
lanskap.
Berikut ini adalah teknik pengaturan kamera yang wajib kita kuasai:
1. White Balance
Untuk melakukan pengaturan white balance
kita memerlukan benda berwarna putih, bisa menggunakan kertas, baju
ataupun dinding. Anggap saja kita menggunakan kertas maka caranya adalah
menempatkan kertas pada bidang tertentu, gunakan pencahayaan yang
sedang (tidak kurang atau kelebihan), gunakan manual fokus dan usahakan
seluruh frame foto terisi dengan kertas tersebut. Pengaturan white
balance bisa dengan menggunakan skala kelvin atau dengan gambar-gambar
untuk menyatakan suhu pencahayaan ruangan seperti cloudy, tungsteen,
white flourescent dll. Nah, gambar yang kita ambil tadi merupakan
patokan untuk mengoreksi white balance untuk mendapatkan ketajaman
gambar sesuai dengan suhu ruangan.
Berikut adalah tabel Skala Kelvin

- Skala Kelvin
Dari Skala Kelvin diatas menunjukkan
bahwa 1.000 kelvin berwarna merah dan 10.000kelvin berwarna langit biru,
hal ini menunjukkan bahwa apabila settingan kelvin kita terlalu tinggi
akan berwarna kekuningan, dan apabila settingan kelvin kita terlalu
rendah akan berwarna kebiruan. Aturlah skala kelvin sesuai gambar
diatas, hasil foto haruslah tampak netral, yakni tidak kekuningan atau
kebiruan.
2. Fokus

fokus lensa
Pengaturan fokus secara manual dapat
dilakukan dengan cara menggeser ke mode Manual(M) panel fokus yang ada
di lensa. Dengan begitu fokus dapat kita atur ketajamannya secara manual
dengan cara memutar ring fokus pada lensa. Gunakan mode auto apabila
tidak ingin repot mengaturnya, fokus akan bergerak otomatis untuk
menyesuaikan zoom. Beberapa teknik pengambilan gambar yang berkaitan
dengan jarak adalah 1.Extreme Long Shot(Pandangan Sangat Luas) 2. Long
Shot (pandangan lebih Dekat dari ELS) 3. Medium Long Shot(Manusia dari
lutut sampai kepala) 4. Medium Shot (onjek diatas pinggang sampai
kepala) 5. Medium Close Up(Objek manusia dari dada sampai kepala) 6.
Close Up(Wajah) 7. Big Close Up(Hidung / mata) 8. Extreme Close
Up(Pori-pori kulit) yang mempunyai detail sangat jelas.
3. Diafragma

pengaturan aperture
Diafragma disimbolkan dengan f yakni
pengaturan bukaan lensa, seperti kita lihat pada gambar disamping,
semakin kecil nilai f nya maka semakin besar bukaan lensanya. Angka f
yang kecil(bukaan besar) akan menyebabkan Depth of Field(DOF) / area
tajam lebar meliputi objek utama dan background akan nampak jelas,
sedangkan semakin besar pengaturan f(bukaan kecil) Depth of Fieldnya
akan sempit yakni objek didepan jelas, sedangkan objek
dibelakang/backgorund buram. Ukuran f sendiri terdiri dari f/1,4(yang
terkecil) hingga f/16(yang terbesar). Diaframa termasuk 1 dari 3
komponen eksposur yang sangat bermanfaat mengatur intensitas cahaya yang
masuk ke lensa.
4. Shutter Speed

shutter speed cepat
Shutter speed adalah pengaturan kecepatan buka dan tutup rana atau
jendela kamera. Pengaturan shuter speed adalah dalam satuan detik
misalnya 1/125 atau 1/1000, jadi Semakin besar angka satuannya misal
1/1000 makaa semakin cepat pula waktu buka dan tutup rana/ jendela
sehingga cahaya yang masuk ke image sensor lebih sedikit. Sebaliknya
apabila angka satuannya semakin kecil misal 1/125 maka semakin lama pula
kecepatan buka dan tutup rana / jendela kamera sehingga cahaya yang
masuk ke image sensor lebih banyak.Untuk membekukan objek

bergerak misalnya orang sedang berselancar atau baling-baling pada
helikopter diperlukan settingan shutter speed yang tinggi seperti gambar
disamping. Biasanya teknik pegambilan gambar tersebut dinamakan panning
atau freeze. Jadi semakin cepat gerakan objek yang ingin kita tangkap
maka semakin besar pula satuan shutter speednya. Set pengaturan shutter
Speed diatas 1/250 untuk membekukan aksi (seperti gambar disamping) ,
serta gunakan shutter speed dibawah 1/25 untuk memburamkan objek seperti
air yang sedang jatuh/air terjun.

Tehnik Fotografi Slow Spped
Untuk menghasilkan foto sesuai gambar
disamping dibutuhkan settingan shutter speed yang rendah, hal ini akan
memperbanyak cahaya yang masuk yang sangat berguna apabila dilakukan
dimalam hari. Pada shutter speed yang rendah diperlukan bantuan Camera
stand(monopod/tripod), agar mampu meredam goyangan dan gambar yang
dihasilkan tidak kabur. Lebih baik lagi apabila menggunakan shutter
release / aksesori kamera untuk menggantikan peran tangan kanan dalam
menekan tombol shutter. Alat ini juga bisa dikendalikan dari jarak jauh
sehingga gambar yang dihasilkan akan lebih tajam.
5. ISO
ISO merupakan tingkat kesensitifan
sensor kamera. Semakin tinggi ISO maka semakin sensitif pula sensor
sehingga gambar yang dihasilkan akan memiliki lebih banyak cahaya,
sebaliknya semakin rendah settingan ISO maka semakin minim pula cahaya
yang masuk ke sensor kamera . Seperti gambar diatas, semakin rendah ISO
semakin rendah pula noise, sebaliknya semakin tinggi ISO maka semakin
tinggi pula noisenya. Kita harus menemukan setting ISO yang pas untuk
kamera, dan dari kasus gelas diatas pada kisaran 320-800 karena lebih
dari itu gambar over exposure dan kurang dari itu gambar terlihat redup
atau kurang cahaya. ISO tinggi biasanya digunakan saat malam hari atau
saat cahaya benar benar minim. Agar gambar yang dihasilkan maksimal
gunakanlah ISO 100 dan naikkan hanya jika memang dibutuhkan. Ingat,
menaikkan ISO juga berarti menaikkan Noise.
Sebenarnya masih banyak teknik dasar fotografi lain yang dapat kita bahas disini,tapi karena waktu hanya segini dulu yang dapat saya bahas.Beberapa teknik lain akan saya share dilain kesempatan.Maaf jika ada salah salah kata :)
http://askthephotographer.com/2014/02/teknik-dasar-menggunakan-dslr/
https://fotografiyuda.wordpress.com/seputar-fotografi/pengenalan-jenis-jenis-foto-dan-teknis-dasar-pemotretan/